Pendidikan “?”

2 May 2011

?

?

PENDIDIKAN

oleh: Hasrul Ma’ruf

Baru-baru ini negeri kita dihebohkan oleh film “?”. Film “?” atau tanda tanya adalah sebuah film yang diklaim oleh pembuatnya dapat mencerdaskan pemahaman tentang pluralisme dan toleransi masyarakat di tanah air. Apakah sebuah “?” dapat melakukan proses dengan hasil yang sama untuk semua targetnya? Semua orang bebas mengeluarkan klaim, namun kondisi di lapangan bisa berkata lain.

Pendidikan adalah nomina dari kata dasarnya “didik”. Didik atau mendidik menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan. Pendidikan “?” adalah sebuah konsep apabila pendidikan dijadikan sebagai sebuah kotak hitam atau black box. Jika pendidikan disederhanakan sebagai sebuah kotak hitam, maka sebuah objek pendidikan apabila dimasukkan ke dalam kotak hitam bernama “pendidikan” seyogyanya akan keluar sebagai sesuatu yang lebih cerdas.

blackbox_pendidikan

Namun objek pendidikan adalah manusia, bukan benda. Manusia tidak sesederhana bijih besi yang bisa mudah dicairkan, dikomposisikan dengan zat-zat tertentu, lalu dituang ke dalam mesin cetak untuk kemudian dijadikan plat baja yang ukurannya standar. Peserta didik juga bukan kacang mentah yang bisa dengan mudah dilapis, diberi bumbu, dan digoreng, untuk menjadi kacang atom yang lezat. Manusia adalah objek yang sangat kompleks. Teori kecerdasan majemuk oleh Robert Slavin, menyebutkan manusia memiliki 8 kecerdasan, mulai dari kecerdasan bahasa, kecerdasan logika-matematik, kecerdasan gerak tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.

Dengan kompleksnya entitas bernama manusia, jelaslah apabila pendidikan adalah sebuah kotak hitam, maka kotak hitam pendidikan adalah sebuah sistem yang kompleks. Sebagaimana halnya mesin penjual otomatis yang bisa menerima uang kertas, koin, dan T-money (Korea, red.) akan lebih canggih daripada mesin yang hanya bisa menerima koin, sistem pendidikan yang menerima beraneka ragam jenis manusia juga tidak bisa sederhana. Kita bisa bayangkan apa jadinya apabila kotak hitam atau “?” sederhana yang hanya bisa menerima koin, dipaksakan untuk menerima uang kertas. Oleh karena itu, sulit halnya apabila kita melihat sebuah pendidikan sebagai kotak hitam atau “?”. Tantangan pendidikan yang sedemikian sulit mengharuskan kita semua yang peduli terhadap pendidikan, melihat pendidikan sebagai kotak kaca atau glassbox, yang segala sesuatunya terlihat jelas dari luar.

Sebagai sesuatu yang tidak “?”, sistem pendidikan harus terbuka terhadap semua stakeholder-nya. Baik pihak-pihak yang terlibat langsung di dalamnya seperti guru dan murid, maupun pihak-pihak di luar seperti orang tua, pemerintah dan masyarakat, harus memiliki hak yang sama dalam memperbaiki sistem bernama pendidikan ini. Jadi, meskipun pemerintah adalah pengendali dari sistem pendidikan nasional, namun suara-suara dari guru, murid, orang tua, para pakar, dan masyarakat tidak bisa diabaikan begitu saja.

UN atau ujian nasional adalah contoh kecilnya. Pemerintah bermaksud baik untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan kecerdasan logika-matematik warganya dengan cara menaikan standar kelulusan dalam UN, setiap tahunnya. Kecerdasan berbahasa dan logika-matematik memang dua kecerdasan yang paling dianak-emaskan di dunia, sampai-sampai mereka berdua digabungkan dalam sebuah brand khusus bernama IQ. Tidak dapat dipungkiri, emas adalah sesuatu yang sesuatu diakui sebagai emas oleh kebanyakan. Penulis memahami bahwa pemerintah sedang berusaha membuat emas. Namun menurut penulis, standar kelulusan UN ini terlalu keras. Predikat kelulusan adalah sesuatu yang sangat serius, dan bahkan ditakuti oleh para siswa, seperti halnya algojo, “Apabila lolos darinya, saya selamat. Apabila tidak lulus, maka hidup saya berakhir di situ.”

Hadiah dan hukuman memang bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan. Namun hal itu tidak ada artinya apabila hal tersebut jauh dari prinsip-prinsip keadilan. Di Indonesia, ada daerah yang sudah lama terbebas dari buta huruf, dan ada daerah lain yang baru saja meningkatkan tingkat literacy rate-nya. Apakah pantas sebuah sistem algojo yang sama diberikan kepada entitas-entitas yang sangat berbeda kualitasnya? Tak heran apabila Mahkamah Konstitusi mengatakan UN melanggar HAM siswa, dan memberi catatan bahwa pemerintah harus terlebih dahulu memperbaiki kualitas pendidikan di daerah-daerah untuk memberlakukan UN sebagian standar kelulusan.

Bhinneka Tunggal Ika, persatuan dalam keberagaman, persatuan di sini tentunya adalah cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi, negeri yang subur, makmur dan rakyatnya sejahtera. Indonesia dijuluki sebagai negeri dengan seribu wajah, suatu negeri yang sangat tinggi tingkat keberagamannya. Apakah standar kecerdasan berbahasa dan logika-matematik menjadi satu-satunya cara untuk menjadi rakyat Indonesia yang beraneka ragam menjadi makmur dan sejahtera? Apa yang perlu kita lakukan agar pendidikan dapat mencerdaskan bangsa kita yang majemuk dan pada akhirnya membawa kemakmuran bagi kita semua?

glassbox_pendidikan

Penulis yakin jawabannya tidak hanya satu. Kita sudah melihat bahwa pendidikan dapat dimulai dalam bentuk apapun. Pendidikan dimulai dari rumah, yakni interaksi orang tua dengan anaknya. Pendidikan bisa beratapkan sebuah warung nasi semi permanen, garasi, ataupun kubah kecil musholla yang berada di tengah sawah. Bahkan dalam kondisi sedang mencari sesuap nasi dan segenggam berlian di negeri ginseng, pendidikan tinggi masih dapat dienyam dengan adanya Universitas Terbuka. Pelatihan kewirausahaan dapat memberikan kursus singkat tentang ilmu manajemen sebuah kegiatan usaha, dan membangkitkan potensi seseorang untuk terus berjuang. Pendidikan adalah hak semua orang, tak peduli betapapun termarjinalkannya individu tersebut. Mari kita semua bertanya dengan “?”. Mari terlibat ke dalam kotak kaca pendidikan, dan ikut berkontribusi mulai dari sekarang.

Selamat hari pendidikan Nasional.


TAGS utkorea pendidikan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post